SEPINTAS PUBLIC SPEAKING

    

Kenapa Harus Memiliki Keahlian Public Speaking?

    Tidak perlu diragukan lagi, public speaking merupakan keahlian yang sangat patut kamu punya. Pernah gak kamu ikut seminar terus merasa pembicaranya keren banget, atau kamu nonton video motivasional dan merasa pesan yang disampaikan itu cocok banget, atau mungkin kamu berhasil kabur dari percakapan dengan salesman yang sungguh lihai bersilat lidah. Kamu lalu berpikir, kok bisa ya mereka keren gitu ngomongnya?

     Berbicara di depan umum atau public speaking merupakan salah satu hal yang ditakuti sebagian orang. Ketakutan tersebut bukanlah hal yang aneh. Pasalnya, ketika sedang melakukan kegiatan ini, kita diharuskan untuk berdiri sendirian di hadapan banyak orang yang memfokuskan pandangan dan perhatiannya kepada kita. Alhasil, tekanan ini pun membuat kita merasa tidak boleh melakukan kesalahan, hingga pada akhirnya membuat kita menjadi tegang. Bahkan, adakalanya justru membuat kita tidak mampu melakukan ini dengan baik. Lalu apa yang bisa dikembangkan?

    Padahal, public speaking merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan. Pemimpin organisasi pasti dituntut untuk berbicara di hadapan banyak orang dalam berbagai kesempatan. Dalam dunia kerja pun bisa jadi kita diminta untuk melakukan presentasi di hadapan orang-orang penting perusahaan.

    Kalau kita sering melatih diri dan mempersiapkan dengan baik, public speaking bisa jadi hal yang tidak menyeramkan. Bahkan, seperti kemampuan lainnya, lama-lama kita jadi terbiasa dan menjadikan hal ini sebagai kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Nah, pertanyaannya sekarang, gimana sih agar kita bisa melakukan kegiatan ini dengan baik di depan orang-orang?

Menentukan Tujuan

Ketika kita berbicara di depan umum, tentu ada tujuan yang ingin kita capai, entah itu memberi perspektif baru, menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, atau sekedar menghibur pendengar. Kalau tujuan ini sudah kita tentukan, kita bisa menyusun materi presentasi atau pidato berdasarkan tujuan tersebut. Jika ingin memberikan perspektif baru, kita akan perlu memberikan argumen yang mendukung pendapat kita. Kalau ingin berbagi pengalaman, ceritakan bagian-bagian yang kita rasa menarik untuk diketahui oleh pendengar.

Agar pesan yang kita sampaikan dapat dipahami oleh pendengar, kita juga harus mengenali karakteristik pendengar. Sesuaikan penyampaian dengan pendengar. Kalau kita berbicara di hadapan anak-anak muda, gunakan bahasa yang ringan dan santai. Jika kita melakukan public speaking di hadapan orang-orang profesional, bersikaplah yang sopan dan rapi serta gunakan bahasa yang resmi.

Interaksi dengan Pendengar

Bayangkan jika kita berada di posisi pendengar yang memperhatikan pidato atau presentasi. Apakah kita akan bosan mendengar pidato sendiri? Pendengar yang diposisikan pasif tentu mudah kehilangan konsentrasi dan akan mencari-cari hal yang lebih menyenangkan untuk dilakukan. Karena itu, cobalah berinteraksi dengan pendengar. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menarik perhatian mereka. Kita juga bisa melakukan permainan sederhana selama masih sesuai dengan tema pidato.

Salah satu tujuan utama melakukan public speaking tentu agar dapat didengar dan dipahami oleh pendengar bukan? Karena itu, cobalah agar mereka dapat tetap memperhatikan kita selama public speaking berlangsung. Kita bisa menceritakan pengalaman pribadi kita yang relevan dengan banyak orang atau menggunakan alat peraga agar pendengar tidak bosan.

Gunakan Nada Bicara dan Bahasa Tubuh

Komunikasi tidak harus secara verbal atau lewat kata-kata saja. Kita bisa menyampaikan pesan secara nonverbal menggunakan nada bicara dan bahasa tubuh. Ketika  mengungkapkan hal yang penting, misalnya, kita bisa memperlambat cara bicara dan memasang tampang serius. Tapi ketika sedang menceritakan bagian yang seru atau lucu, usahakan menggunakan nada suara yang riang dan bahasa tubuh yang heboh agar pendengar memahami maksud pesan kita.

Jangan terus-terusan menggunakan nada bicara yang sama karena pendengar akan cepat bosan. Pahami di bagian mana saja kita harus terdengar serius, bercanda, atau bahkan bernada sedih dalam pidato kita.

Mempersiapkan Alat Peraga

Alat peraga seperti slide presentasi dapat membantu kita menyampaikan pesan-pesan yang ingin kita utarakan ketika melakukan public speaking. Kita bisa memasukkan gambar, grafik, atau teks yang besar untuk memperjelas bagian-bagian penting dari pidato. Terkadang, ada pula yang menggunakan suara atau musik pengiring sebagai pembangun suasana. Kita bisa kreatif dalam mempersiapkan alat-alat peraga apa saja yang akan digunakan dalam public speaking karena tidak ada batasan, selama alat tersebut memang membantu kita berbicara di hadapan banyak orang.

Setelah mengetahui apa saja yang harus kita persiapkan sebelum melakukan public speaking, jangan lupa untuk melatih diri supaya lancar dalam menyampaikannya. Kita juga bisa menggunakan teks atau mencatat bagian-bagian penting dari pidato agar alurnya terdengar lebih rapi dan tidak berantakan.

Oke, dengan begitu, kurasa sudah selesai pembahasan kita mengenai public speaking. Buat kamu yang memiliki jadwal presentasi atau meeting yang melibatkan orang banyak, semangat ya! Semoga tulisan ini bisa berguna untuk kamu!

Komentar